Bedah Tokoh : Tuhan Yesus

Lukas 1 : 35 mengatakan “ Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi s akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”
Salah satu sifat Tuhan Yesus yang akan kita pelajari kali ini adalah Kudus. Kudus merupakan sifat utama dari Allah. Apabila kita menelaah isi alkitab tidak ada satupun tokoh dalam alkitab yang di sebut Kudus kecuali Yesus, Dia lah yang menebus kita sehingga kita di kudus kan di hadapan Allah, Dia lah Allah yang membawa kehidupan Surga ke bumi.
Kekudusan Tuhan Yesus dapat kita lihat dalam 7 hal. Yang pertama adalah kekudusan terhadap godaan. Hal ini dapat kita lihat dalam Matius 1 : 40.
Yang kedua adalah kudus dalam pengajaran, Dia menentang gaya hidup pada waktu itu (yang mempunyai status social tinggi hanya bergaul dengan mempunyai status social tinggi). Hali ini dapat kita lihat dalam Matius 5
Yang ketiga kudus dalam pergaulan. Tuhan Yesus mau bergaul dengan siapa saja.
Yang keempat Kudus dalam persahabatan. Tuhan Yesus bersahabat dengan siapa saja, Dia mau bersahabat dengan pemungut cukai dan orang orang berdosa. (Matius 11:19)
Yang kelima kudus dalam perasaan dan ucapan. Hal ini dapat kita lihat ketika Dia menasihati orang orang yang hendak merajam wanita yang berzinah (Yohanes 8:8-11), Dia memuji iman seorang perwira yang percaya bahwa Tuhan Yesus dapat menyembuhkan hamba nya (Matius 8:10), ketika Dia melihat orang menangis hati Nya ikut menangis (Yohanes 11:34), dan Dia marah ketika Bait Allah di gunakan oleh orang orang untuk berdagang (Matius 21:12-13).
Yang keenam kudus Dalam merespon firman atau ejekan. Dia tidak membalas dengan kejahatan ketika diri Nya di ludahi dan disebut betzebul (Matius 12:24-26)
Yang ke tujuh kudus dalam doa. Ketika sedang sedih, gentar dan di cuekin oleh sahabat Nya, Tuhan Yesus tidak pernah melupakan doa. Sehingga dalam kesedihan dan ketakutan Nya Yesus tetap menemukan kehendak Allah.
Tuhan Yesus mencurahkan harapan dan kerinduan Nya pada kita melalui Ibrani 12 : 14 “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.”
Hendaklah kita mengejar kekudusan seperti Tuhan Yesus, pakailah firman Tuhan untuk menjadi senjata kita dalam melawan setiap godaan yang dating. Kita juga dapat membaca buku buku yang benar dan dapat menunjang pertumbuhan kita dalam Yesus. Bergaulah dengan siapa saja. Kita juga harus dapat menjaga ucapan kita. Dan apabila kita marah, hendaknya jangan dengan membenci namun beranilah menegur dengan kasih.
Kekudusan membuat kita dapat melihat Allah dan membawa kehidupan Allah pada orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *